New Carry Pick Up Dibekali Kunci Anti Maling, Makin Aman
Untuk menghindari pencurian, Suzuki New Carry dengan teknologi kunci anti maling immobilizer. Ini menjadi satu-satunya di kelas mobil pick-up ringan.
Autoride – Immobilizer merupakan sistem keamanan tambahan pada anak kunci kendaraan dalam bentuk microchip dengan kode khusus yang akan dikenali oleh ECU (Electronic Control Unit) kendaraan melalui frekuensi dan gelombang radio tertentu. Immobilizer yang juga sebagai perangkat kunci anti maling ini sudah terdapat di Suzuki New Carry.
Cara penggunaan kunci ber-immobilizer pun sama seperti kunci biasa serta tidak memerlukan perubahan kebiasaan. Dengan teknologi ini, Suzuki menawarkan perlindungan ekstra untuk meredam kekhawatiran para pengusaha terkait risiko pencurian mobil sehingga bisa melanjutkan aktivitas usahanya.
“Keberadaan fitur immobilizer pada New Carry, membuat pelanggan tidak perlu khawatir lagi kendaraannya dicuri. Penyematan teknologi dan sistem tersebut merupakan satu-satunya pada segmen pick-up ringan,” ujar Harold Donnel, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Apabila terjadi tindak kejahatan seperti pemaksaan menggunakan kunci atau alat lain, maka mesin New Carry akan mendeteksi ketidaksesuaian tersebut, sekaligus mengamankan dengan cara membuat starter tidak dapat hidup.
Kehadiran immobilizer selain praktis juga memberikan keuntungan dari segi finansial. Minimnya resiko dicuri bisa berdampak pada biaya premi asuransi yang lebih rendah, sehingga turut membuat pengeluaran berujung lebih hemat. Menjalankan usaha pun jadi selalu ada cerita untung jika dilakukan bersama New Carry.
Sementara itu, berdasarkan Jurnal Keamanan Transportasi Indonesia tahun 2023, angka pencurian kendaraan niaga, termasuk pick-up, meningkat sebesar 15% dalam tiga tahun terakhir di wilayah Jabodetabek. Kondisi seperti ini memerlukan solusi preventif guna menekan kerugian dari aksi pencurian.
New Carry sebagai generasi ke-5 dari model Carry di Indonesia ini sangat diminati oleh pelaku bisnis dan pengusaha di Indonesia, khususnya untuk wilayah Jabodetabek yang menjadi penyumbang penjualan sebesar 23%. Kemampuannya untuk menaklukan rute kerja maupun beban angkut berat jadi daya tarik bagi daerah kontributor lain seperti contohnya Jawa Timur dan Bali. (Maston/Foto: ist)




