Car TipsHighlightTips

Tips Perawatan Dasar Mobil Agar Hemat Biaya Servis

Pemilik mobil baru seringkali memiliki wawasan terbatas soal perawatan kendaraan. Maka simak tips perawatan dasar untuk pemilik mobil pertama agar hemat biaya servis.

AUTORIDE.CO.ID – Bagi para pemilik mobil pertama, mungkin masih terbatas pengetahuannya soal servis agar biaya yang dikeluarkan bisa lebih hemat. Padahal ada beberapa tips perawatan dasar untuk pemilik mobil pertama agar hemat biaya servis.

Your Community Partner

Hasil studi yang dilakukan oleh Automotive Aftermarket Industry Association, kendaraan yang dirawat secara rutin dapat menempuh jarak hingga 300.000 KM. Sedangkan kendaraan yang diabaikan biasanya hanya mencapai sekitar 100.000 KM.

National Sales Manager Passenger Car Radial (PCR) Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, mengingatkan perawatan dasar kendaraan merupakan bentuk preventive maintenance.

MotoGP Mandalika 2025: Pertamina Lubricants Ajak Siswa SMK ke Panggung Dunia

“Merawat mobil seharusnya sudah dilakukan sejak awal pembelian, bukan menunggu ada masalah, karena kebiasaan ini akan menentukan kondisi mobil jangka panjang, menekan risiko kecelakaan, sekaligus menghindarkan dari biaya perbaikan yang tidak perlu,” ujarnya.

“Salah satu aspek penting dalam preventive maintenance adalah memperhatikan kondisi ban, sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal. Banyak pengendara menganggap ban masih layak pakai selama belum bocor atau rusak parah, padahal usia dan jarak tempuh juga menentukan.”

Your Community Partner

“Idealnya, ban diganti setiap 2–3 tahun atau setelah menempuh 40.000 km, dan saat pola telapak sudah mencapai batas thread wear indication (TWI),” jelas Apriyanto Yuwono.

Pertamina Lubricants Lelang Helm Bertanda Tangan Valentino Rossi

Berikut beberapa tips perawatan mobil yang sebaiknya diketahui setiap pengendara baru
1. Rutin ganti oli mesin.

Oli berfungsi melumasi komponen mesin agar tidak cepat aus, membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat macet, hingga membersihkan kotoran logam dan sisa pembakaran.

Untuk mencegah kerusakan pada mesin, sebaiknya ganti oli setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Jika mesin mengeluarkan suara kasar atau indikator oli pada speedometer menyala, segera lakukan penggantian oli untuk menghindari kerusakan lebih lanjut

2. Cek air radiator dan sistem pendinginan.
Air radiator berperan penting dalam menjaga kestabilan suhu mesin. Dengan sirkulasi yang terus-menerus menyerap dan melepaskan panas, cairan ini mencegah terjadinya overheat, yang dapat merusak komponen mesin secara permanen. Idealnya, kuras air radiator setiap 2 tahun atau 40.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dulu.

    Jika warnanya mulai keruh atau kecokelatan, tandanya air radiator sudah terkontaminasi dan perlu segera diganti. Hindari penggunaan air biasa karena dapat menyebabkan karat pada sistem pendingin.

      Clan of Classy Yamaha Vol. 2 di Malang, Cerminan Gaya Hidup Berkendara Anak Muda Jaman Now

      3. Cek kondisi kampas rem.
      Kampas rem memiliki ukuran minimum yang aman yaitu 3 mm untuk bagian depan dan 2 mm untuk bagian belakang. Secara umum, kampas rem sebaiknya diganti setelah mobil menempuh 60.000–70.000 km untuk transmisi manual, sementara pada transmisi otomatis sebaiknya dilakukan lebih cepat, yakni setelah 35.000–40.000 km.

      Selain jarak tempuh, tanda-tanda kampas rem perlu segera diganti antara lain muncul suara berdecit dan berkurangnya daya cengkeram saat pengereman. Penggantian kampas rem sebelum habis penting untuk menjaga efektivitas pengereman dan keselamatan.

        BYD Hadirkan Technology Roadshow di Undip dan ITB

        4. Periksa ban mobil.
        Posisi ban yang kurang presisi bisa menyebabkan mobil terasa tidak stabil, keausan ban menjadi tidak merata, hingga mengurangi kenyamanan berkendara. Untuk itu, lakukan spooring dan balancing secara rutin agar performa ban tetap optimal.

        Spooring adalah penyetelan sudut roda agar kembali sejajar sesuai standar pabrik sehingga ban mobil tetap stabil dan lurus. Sedangkan balancing adalah menyeimbangkan bobot kendaraan pada ban dan velg, fungsinya mengurangi getaran, serta memperpanjang umur ban dan suspensi.

          Tanda kendaraan membutuhkan spooring dan balancing umumnya terasa dari getaran pada setir saat melaju di kecepatan tertentu, mobil cenderung menarik ke satu sisi, atau terasa kurang stabil saat dikendalikan. Lakukan spooring & balancing setiap 10.000 km hingga maksimal 20.000 km.

          5. Isi tekanan angin ban yang sesuai.
          Tekanan angin yang tepat sangat penting untuk menjaga kestabilan, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Tekanan yang kurang bisa membuat ban cepat aus di bagian samping, sedangkan tekanan berlebih berisiko membuat ban lebih keras dan daya cengkeram berkurang.

          Tekanan angin ideal bervariasi sesuai jenis mobil, yakni MPV (33–36 Psi), City Car (30–36 Psi), Sedan (30–33 Psi), dan SUV (35–40 Psi), atau sesuai dengan rekomendasi pabrikan. (Maston/Foto: ist)

            CustoMAXi Yamaha Makassar 2025, Modifikasi XMAX Ala Motorized Jadi Primadona

            Sharing is Caring

            Leave a Reply

            Your email address will not be published. Required fields are marked *