Tyo, Manager DMK Racing Team: Kondisi Trek Sulit Ditebak di Putaran 5 Kejurnas Sprint Rally 2025 POJ City Semarang
DMK Racing Team menurunkan lima mobil pada Putaran 5 Kejurnas Sprint Rally 2025 POJ City Semarang, Jawa Tengah akhir pekan kemarin, 17-19 Oktober.
AUTORIDE.CO.ID – Dari kelima pereli DMK Racing Team yang turun di Putaran 5 Kejurnas Sprint Rally 2025 POJ City Semarang tersebut, yang menjadi bintang dan diunggulkan memang Calsen Geraldo. Bukan tanpa alasan. Itu lantaran Calsen yang turun di Kelas F2 menggunakan Honda Jazz dengan navigator Naufal Al Izza tengah on fire.
“Kali ini memang dari awal kita sangat favoritkan Carlsen untuk unggul di putaran ini. Karena secara poin kelas dia unggul, lebih bagus dari tim yang lain,” papar Aris Setyo yang akrab disapa Tyo sebagai Manager DMK Racing Team.
Soal strategi tim, bisa dibilang sama dengan para kompetitor. Guyuran hujan yang sempat membasahi trek membuat para tim, dan juga pembalap atur strategi ulang. Pasalnya kebanyakan dari prediksi, balapan berlagsung dengan kondisi trek kering seperti tiga seri sebelumnya (Seri 3, Seri 1 dan Seri 4) yang juga digelar di Sirkuit POJ City Semarang.
“Dari hari Kamis kita latihan berbayar, itu malamnya hujan. Jadi kondisi trek sangat amat susah ditebak. Kita prepare dengan kondisi trek kering, ternyata treknya hancur. Jadi kita maksimalkan di pagi, kita masuk ke trek sebelum start.”
Permata Bank GJAW 2025 Siap Digelar, Waktu Terbaik Belanja Kendaraan


“Untuk mengecek lagi kesiapan treknya gimana, ada lubang di mana, lumpur-lumpurnya gimana. Sekalian atur strategi bagaimana cara ngambil-ngambil setiap tikungannya gimana, bisa disiasati tidak biar semakin cepat,” jelas Tyo.
Di Kelas F2 sendiri, ada satu pereli yang menjadi momok bagi DMK Racing Team. Di mana menjadi pesaing terkuat adalah Fadil Wijaya yang dinavigatori Awang Dedy. Pereli dari 368 Motorsport ini sempat kejar-kejaran dalam pencatatan waktu.
“Mulai hari Sabtu Calsen sama Fadil Wijaya sempat kejar-kejaran. Di SS1 beda detiknya aja. Jadi jumlah menitnya sama, cuma beda 0 koma sekian detik. Dari situ akhirnya dia push terus. Dengan kondisi SS1 basah, SS2 agak kering, SS3 basah lagi karena malamnya hujan dan SS4 dimaksimalkan,” terang Tyo.
“Karena jujur kita gak bawa ban basah. Jadi kita memaksimalkan ban yang ada. Dengan pertimbangan juga gak semua trek basah. Jadi karena sebagian juga treknya kebanyakan keras dan padet, cuma sebagian aja yang basah jadi kita maksimalkan dengan ban kering. Kita pake Delium RG2. Ternyata dengan ban yang seadanya itu akhirnya juara juga,” bangga Tyo. (Maston/Foto: Dok. DMK Racing Team)
Calsen Geraldo Borong 3 Podium di Putaran 5 Kejurnas Sprint Rally 2025 POJ City Semarang




