Car RacingHighlightRacing

Balap Mobil Klasik Masih Eksis di Bawah Gazpoll Racing Team

Balap mobil klasik bertajuk Indonesia Classic Car Championship (ICCC) hingga kini masih eksis di gelaran ISSOM di bawah Gazpoll Racing Team

Autoride – Perjalanan balap mobil klasik di ajang Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) sudah dimulai sejak tahun 2009 silam. Saat itu hadir dengan nama Indonesian Classic Race Championship (ICRC) yang diselenggarakan oleh PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia). Dan kini berubah nama menjadi Indonesia Classic Car Championship (ICCC) di bawah komando Gazpoll Racing sebagai promotornya.

Sebelum berubaha nama menjadi ICCC, sempat eksis dengan nama Indonesia Retro Race, lalu berubah menjadi Old School Racing Championship sebelum akhirnya hingga kini menyandang nama ICCC.

Your Community Partner

“Awalnya bernama Old School Racing Championship pada tahun 2015. Sebelum Old School Racing Championship dulunya bernama Indonesian Classic Race Championship (ICRC). Itu yang bikin PPMKI. Entah kenapa balapan itu vakum selama dua tahun,” buka Ervin “Pipink” Maladjong, dari Gazpoll Racing Team selaku penyelenggara.

Ervin “Pipink” Maladjong – Foto: Tono/Dok. Autoride

Selama masa vakum tersebut, menurut Pipink, banyak kalangan pembalap-pembalap klasik yang kangen untuk balapan lagi. Hingga akhirnya pada tahun 2015 digelar lagi dengan nama Old School Racing Championship dengan promotor Gazpoll Racing Team pimpinan Tomi Hadi.

“Di tengah perjalanan om Tomi dinobatkan sebagai salah satu pembina di PPMKI. Lalu beliau merasa punya tanggung jawab dan ingin mendongkrak nama PPMKI hingga berkolaborasi dengan Gazpoll Racing Team untuk bikin balap Indonesia Classic Car Championship,” sambung Pipink.

Berbagai startegi terus dilakukan oleh promotor untuk membuat balapan ini bertahan dan eksis hingga sekarang. Mulai dari mendatangi satu per satu bengkel khusus mobil tua, mendatangi komunitas mobil klasik hingga menghubungi para pembalap yang pernah berkecimpung di balapan klasik.

Your Community Partner

“Karena memang ini balapan mobil standar, jadi kalau ada perubahan-perubahan part racing kita akan lempar ke kelas FFA. Kita juga bikin kelas supporting yaitu rookie (pendatang baru) dan super sixty (pembalap di atas 60 tahun). Di kelas super sixty ada pak Bambang RE yang sudah 75 tahun ada lagi yang lebih tua om Cepot,” papar Pipink.

Untuk setiap mobil yang ikutan balap pun dibatasi tahun produksinya, maksimal ’78. “Tapu banyak juga pembalap yang kesulitan cari sparepart dan mahal. Jadi untuk mesin asal jenis dan satu merek kita bolehkan sampai tahun 1994. Tapi hanya mesin, kalau body masih dibatasi sampai tahun ’78. Takutnya makin sepi kalau kitanya kaku. Jadi biar tetap ramai kita banyak kelonggaran,” pungkas Pipink.

Sementara itu pada Putaran 3 yang digelar pada 13 Agustus 2023 lalu di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat, balapan ini juga kedatangan mobil-mobil VW yang punya tampilan klasik nan unik. Para pembalap VW turun bareng dengan slot ICCC untuk Kelas Classic Volkswagen (VW) One Make Race. (Maston/Foto: Dok. ICCC)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *