Car RacingHighlightRacing

Seri 3 ISSOM 2022: Filosofi Piala MOMRC Tumbuh dan Berkembang Berdesain Suku Indian

Selalu ada hal menarik dari balap mobil Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) di setiap serinya.

Autoride – Seri 3 ISSOM 2022 kembali bergulir pada akhir pekan ini, 6-7 Agustus 2022 di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat. Salah satu kelas paling menarik untuk dinantikan adalah balap mobil Mercedes One Make Race Championship (MOMRC). Menarik bukan hanya dari segi persaingannya di lintasan, namun juga dari desain piala yang disiapkan oleh promotor.

Dikatakan oleh Iswachyudhi sebagai promotor balap MOMRC, pada setiap seri dirinya selalu menyiapkan piala dengan desain dan makna yang berbeda. Dan hal ini sudah dia pertahankan selama dua musim balap. Pada Seri 3 MOMRC kali ini, piala atau tropi hadir dengan lambang daun atau padi dan kapas.

Your Community Partner

“Kami dari MOMRC sudah dua tahun ini untuk piala selalu kita produksi sendiri dengan desain kita sendiri dan di setiap seri pasti berbeda. Dan di setiap piala itu memiliki filosofi serta makna. Untuk tema setiap seri tematik ya, tergantung situasi dan kondisi. Untuk seri 3 ini saya mengangkat tema tumbuh kembang. Maknanya bahwa sebuah kegiatan itu akan bertumbuh dan terus bertumbuh dan berkembang lebih maju. Itulah yang menjadi harapan kita,” buka Iswachyudhi kepada Autoride.

Pada piala kali ini ada dua tangkai logo padi dan kapas. Menurut pria yang akrab disapa Yudhi, itu adalah lambang dari sumber kemakmuran. Di mana lambang tersebut juga tertuang pada official logo balap MOMRC. Jumlah daun dibuat tiga pasang dan satu kuncup dengan desain melengkung saling berhadapan. Logo itu menandai balapan ini memasuki seri ketiga.

-> Gandeng AHASS, AHM Luncurkan Program TEFA Untuk SMK

Iswachyudhi, Promotor MOMRC

Tidak berhenti di situ, sang promotor juga pakai hologram pada lambang padi dan kapas yang akan terjadi spektrum warna dan setiap orang akan melihat warna yang berbeda dari sudut yang berbeda pula. Hal ini melambangkan peserta balap MOMRC berangkat dari semua kalangan yang berbeda.

Sementara jika dilihat dari sisi belakang akan terlihat sebuah siluet suku Apache (suku bangsa Indian yang tersebar di Benua Amerika). “Saya mencoba membuat seperti itu, karena suku Indian itu bagi saya kokoh, kuat. Setandus apapun sedingin apapun di sana tapi mereka tetap bisa bertahan hidup. Itu yang menjadi inspirasi saya,” sambung pria yang kerap disapa Yudhi TBK (Tukang Ban Keliling)

Your Community Partner

Untuk official logo MOMRC dibuat dari casting, artinya lebih kuat dan menunjukkan bahwa mereka harus kuat dan benar-benar harus taft. Dan untuk pemilihan kaki piala dibuat dengan bentuk bulat yang menandakan bahwa di MOMRC itu fleksibel serta dinamis. Bentuk tidak kotak karena promotor ingin menghindari kesan terkotak-kotak. Karena di MOMRC antara peserta dan mekanik tidak pernah dikotak-kotakkan atau tidak ada jarak yang memisahkan. Jadi semuanya sama.

“Pesan yang ingin kita sampaikan lewat piala itu ya kita jangan cepat puas, kita harus selalu menggali untuk bertumbuh. Kita harus mencapai prestasi yang lebih tajam lagi, lebih tinggi lagi dan lebih hebat lagi. Dan berharap kedepannya terus tumbuh. Di sini kita juga melihat bahwa perkembangan dari peserta MOMRC terus bertumbuh dan berkembang dengan adanya peserta baru dan itulah yang masuk dalam harapan kita,” pungkas Yudhi. (Maston/Foto: Tono)

-> Seri 3 ISSOM 2022: Pembalap Ade Hendra Andalkan Mobil Baru di MOMRC

Terlihat desain Suku Indian jika dilihat dari belakang
Lambang daun atau padi dan kapas pada piala yang melambangkan kemakmuran
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *