Balap ETCC Banyak Peminat, Andre Dumais: Berat di Ongkos Tetap Bertahan 1 Slot

Tak dipungkiri bahwa ajang balap ETCC (European Touring Car Championship) semakin banyak peminatnya.

Autoride – Balap ETCC menjadi salah satu kelas yang cukup sukses di gelaran ISSOM (Indonesia Sentul Series Of Motorsport). Punya penggemar fanatik, membuatnya tetap bertahan hingga satu dekade lebih. Jumlah starter yang ikut balap pun sering kali melebihi kuota. Seperti di putaran ketiga ETCC yang digelar pada tanggal 6-7 Agustus 2022 lalu di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat.

“Putaran 3 balap ETCC memang seru banget. Karena animo pembalap makin tinggi, makin banyak. Jumlah pendaftar pun melebihi maksimum grid yang ditentukan. Maksimum grid 32, pendaftar ada 36. Tapi sejak awal sudah kita jelaskan. Kita buka pendaftaran kalau melebihi jumlah grid yang ditentukan, kita bolehkan mereka ikut kualifikasi. Kita berlakukan sistem gugur. Itu sudah jelas dari awal,” buka Andre Dumais, Promotor ETCC.

Namun sosialisasi mengenai hal tersebut sepertinya tidak tersampaikan dengan baik kepada para pembalap. Sehingga menimbulkan sedikit masalah antar pembalap dengan penyelenggara balap ETCC. Meski akhirnya bisa teratasi melalui komunikasi yang baik.

“Tapi ternyata ada beberapa pembalap yang kurang paham karena tidak mengikuti komunikasi di grup. Jadi waktu hal itu terjadi (sistem gugur) ada yang telfon saya tetap minta ikut balapan dan minta start dari pit wall. Ada dua pembalap yang telfon saya. Saya bilang maaf kalau tetap tidak bisa ikut balap. Karena itu sudah ada aturannya, dan wewenangnya beda bukan di saya. Tapi ke RC Sentul,” jelas Andre Dumais.

-> Podium Berurutan Maverick Vinales, Protagonis Hebat di MotoGP Inggris

Balap ETCC
Andre Dumais (ke-2 dari kiri) selaku Promotor ETCC

Tapi di balik itu semua, menandai jika balapan ETCC makin banyak penggemar dan peminatnya. “Kalau ditanya ada tidak wacara buka dua slot balap, sampai saat ini belum. Karena seperti di seri 3 ini, kalau diikuti dari starter yang mendaftarkan nama ada 42. Tapi setelah masuk ke babak practice mengerucut tinggal 36 pembalap. Artinya belum cukup untuk kita buka dua slot. Dulu memang pernah ETCC buka dua slot. Bahkan sampai tiga slot.,”

“Tapi kalau sekarang buka dua slot berat di ongkos. Karena kita jalan tanpa sponsor, biaya sendiri. Kita cover biaya dari pendaftaran. Jadi kita tetap pertahankan satu slot. Di satu sisi ada juga yang mengatakan seru juga dengan satu slot balap. Bagi pembalap baru mereka senang bisa gabung dengan para pembalap senior. Mereka dapatkan euforianya,” jelas Andre Dumais.

Sementara itu, memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan balap ETCC, Andre Dumais menyebut hal itu memang tidak mudah untuk bisa bertahan dan konsisten. “Kita membuat satu balapan ini memang tidak gampang. Yang tidak gampang itu mempertahankan keutuhan dan kekompakan komunitas. Kita sebagai penyelenggara juga harus dekat dengan komunitas. Karena balap ini tidak akan tercipta kalau komunitasnya tidak ada. Jadi balap mobil ini milik komunitas. Itu yang saya balik mindset-nya. Biasanya yang bikin balap mobil asal bikin saja, tidak memikirkan apa yang disukai oleh komunitas,” pungkasnya.

Di ETCC sendiri, jumlah kelas yang dilombakan ada dua, yakni Euro 3000 dan Euro 2000. Di mana masing-masing kelas tersebut ada tiga kategori, yakni Pro sebagai kasta tertinggi, Master, dan Novice yang menanungi para pembalap baru. (Maston/Foto: Dok. ETCC)

-> Google Trends: Minat Penelusuran Merek Kendaraan Listrik Melonjak 300%

Balap ETCC
BMW 330i G20, mobil balap terbaru di Seri 3 ETCC tunggangan Febrian Agung

Balap ETCC

Sharing is Caring
Your Community Partner

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!