Car RacingHighlightRacing

Eurostar Racing Team Lahir dari Hobi Sang Owner

Eurostar Racing Team, lahir dari sekadar hobi yang owner kini menjelma menjadi salah satu tim balap reli dengan segudang prestasi.

Autoride – Heru Rubyanto (Owner Eurostar Racing Team), nama ini cukup dikenal kalangan luas dalam olahraga balap mobil reli Nasional. Heru, begitu akrab disapa oleh rekan sejawatnya awal menekuni hobi rally panjang pada tahun 2017 silam. Penampilan Heru saat itu dinavigatori oleh anak sulungnya sendiri, Tyara Rally.

Dan sejak saat itu pula, Heru semakin serius dalam menggeluti dunia balap rally di Indonesia. Hingga kini sudah banyak event yang diikutinya. Bahkan cita-citanya, melalui Eurostar Racing Team yang dirintisnya, Heru bisa melahirkan generasi-generasi anyar pembalap reli Indonesia.

Your Community Partner

Meski berangkat sebagai tim keluarga, kini fokus Heru bahkan tak hanya ingin menjadikan anak-anaknya sebagai pereli handal Indonesia. Eurostar Racing Team terus bermetamorfosis. Pasalnya kini tim itu juga menaungi pembalap lain yang notabene tak ada hubungan darah.

“Awal dari hobi sang ayah (Heru Rubyanto) yang mengikuti rally panjang di tahun 2017. Ketika itu dinavigatori anak sulung (Tyara Rally),” ujar Ayu, Manager Eurostar Racing Team yang juga merupakan istri dari Heru.

Dalam penggemblengannya, disebutkan oleh Ayu, Heru mewajibkan anak-anaknya lebih dulu menjadi navigator sebelum melangkah sebagai driver. Hal ini bukan tanpa sebab. Heru ingin mereka memiliki feeling kuat di Sprint maupun Rally.

“Pada tahun 2024 semua anak mas Heru sudah menjadi driver, dan saat ini Eurostar sedang membina 3 bakat muda baru di Kejurda Cikembar kemarin. Ketiganya adalah Dadi Surya Adha (driver), Fradhila Novano (navigator), dan Dida Adha Surya (navigator).

Your Community Partner

Lalu kiat-kiat apa saja yang dikemas sehingga setiap kali digelar kejuaraan sprint maupun speed off road pembalap dari Eurostar selalu bertambah?

“Sistem Eurostar lebih ke kekeluargaan, bukan hanya karena memang keluarga sedarah tapi Eurostar memperlakukan semua sama. Kami usahakan untuk bisa di satu hotel yang sama, makan bareng baik driver, navigator maupun mekanik dan crew. Mungkin itulah yang menarik bagi pembalap-pembalap yang ikut di Eurostar Racing Team. Sepertinya kami semua adalah keluarga yang berkedok racing team,” papar Ayu.

Sementara itu, tim ini juga mempunyai kiat khusus untuk pembalap yang mengalami insiden di lintasan. Khususnya untuk menyiapkan kembali kendaraannya secara maksimal agar bisa mengikuti babak (ss/special stage) selanjutnya.

“Nah ini bagian serunya, kita memang selalu mempersiapkan semua spare part yang dibutuhkan oleh masing-masing mobil yang berkompetisi. Dari mulai under carriage seperti swing arm, tie rod, shockbreaker sampai bagian terkecilnya brake pad. Sebelum pertandingan kita selalu mengarahkan anak-anak muda berbakat di tim kita ini agar bisa menguasai kendaraan masing-masing guna meminimalisir adanya insiden di setiap kejuaraan.”

“Namun terkadang masih ada yang terbawa adrenaline ketika sudah mulai waktu start. Contoh kecilnya peserta termuda kita Athalla Keandra (driver berusia 13 tahun) yang kebetulan anak saya juga. Di SS1 Putaran 1 Kejurda Sprint Rally Jabar 2025 di Hidzie Circuit Cikembar, dia terbalik 2 kali dan untungnya kembali ke posisi berdiri dan mesin masih dalam keadaan hidup dan akhirnya dia gas terus hingga mencapai garis finish.”

“Setelah itu kita tetap perbaiki kendaraannya (Honda Jazz) dan alhamdulillah Athalla masih bisa meneruskan SS2 hingga SS3 dan SS4 di keesokan hari. Dan alhamdulillah tetap meraih podium kedua di kelas F1 dan podium 5 di U25. Kita selalu membangun mental para perally muda kita agar tidak patah semangat meskipun mengalami insiden di dalam suatu kejuaraan,” pungkas Ayu. (Maston/Foto: Dok Eurostar RT)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *