HighlightMotorcycle TipsTips

Jadi Penumpang Jangan Songong! Berikut Tips Berboncengan Sepeda Motor

Berboncengan saat bermotor tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada tips cara berboncengan sepeda motor yang bisa dipelajari.

Autoride – Sepeda motor merupakan salah satu pilihan alat transportasi bagi masyarakat di Indonesia. Tidak heran jika sepeda motor menjadi kendaraan alternatif yang sering digunakan untuk bepergian bersama keluarga atau teman dengan berboncengan. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan bikers saat berboncengan. Dan berikut beberapa tips cara berboncengan sepeda motor yang bisa dipelajari.

Pengemudi maupun penumpang harus memahami teknik berkendara yang baik dan benar untuk kenyamanan saat di jalan raya. Menurut Demmy Firmansyah selaku Promotion Department Head PT Daya Adicipta Motora (DAM), jika menjadi penumpang wajib memperhatikan postur tubuh ketika sedang dibonceng. Hal tersebut perlu diperhatikan dikarenakan sebagai penumpang juga memiliki risiko yang sama ketika mengalami kecelakaan.

Your Community Partner

-> Jamnas KCI 2022 di Baturaden Bangkitkan Semangat Baru Member Pasca Pandemi

Berikut ulasan lengkapnya:
1. Posisi Tangan Penumpang
Bagian tangan penumpang haruslah memegang ke bagian pinggang pengendara, tujuannya adalah agar penumpang bisa mengikuti laju kendaraan dan pergerakan dari pengendara di depan ketika sedang berkendara.

Ketika motor sedang berbelok dan sedikit miring ke kanan, maka tubuh pun harus menyesuaikan mengikuti miring ke kanan. Tidak disarankan untuk berlawanan dengan pengendara karena dapat mengganggu keseimbangan dari motor.

Penumpang juga tidak disarankan untuk berpegangan pada behel motor di bagian belakang, karena dapat mengganggu keseimbangan sepeda motor. Jika penumpang berpegangan pada behel bisa menyebabkan beban lebih banyak berat ke belakang dan tentunya akan berbahaya saat pengendara melakukan manuver.

Your Community Partner

-> Bikers Indonesia Max Owner (IMO) Asal Bandung Touring Hingga Perbatasan Indonesia – Malaysia

2. Posisi Lutut Penumpang
Pastikan lutut harus dalam posisi menutup atau bisa menempel pada pinggul pengemudi di depan. Tidak disarankan untuk membuka lutut ketika berkendara, hal tersebut dapat berbahaya karena bisa juga mengganggu keseimbangan pengendara atau bahkan bisa terserempet oleh kendaraan lain di depan atau di belakang kita.

3. Posisi Telapak Kaki penumpang harus selalu menginjak pijakan kaki belakang dari sepeda motor, jangan menggantung ke bawah tanpa menginjak pijakan kaki karena bisa berbahaya apabila terkena rantai motor atau terserempet juga oleh pengendara lain.

“Selain dari postur, seorang penumpang juga memiliki tugas yang cukup penting saat berkendara yaitu mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas atau mengingatkan pengendara terhadap potensi bahaya yang ada di depan,” ujar Demmy.

Pengendara dan penumpang juga tidak disarankan untuk menggunakan gadget ketika sedang berkendara karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengendara lain. Setiap berkendara wajib untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap. (Maston/Foto: DAM)

-> Berita Duka, Kevin Madria Meninggal Dunia Kecelakaan Saat Balapan di Sirkuit Sentul

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *