MBW201CI Target Juara Umum di MB Club INA x MOMRC 2024
Ibnu Ambara selaku Ketua Umum Mercedes-Benz W201 Club Indonesia (MBW201CI) menargetkan timnya juara umum di MB Club INA x MOMRC 2024.
Autoride – Ajang balap bergengsi MB Club INA x MOMRC 2024 baru berjalan dua putaran. Masih menyisakan 4 putaran lagi hingga akhir musim 2024. Kendati demikian, Ibnu Ambara punya target tinggi untuk bisa keluar sebagai juara umum MB Club INA x MOMRC 2024, khususnya di kelas bergengsi Avantgarde.
Dari MBW201CI sendiri menurunkan 5 pembalap. Antara lain Ekadana, Muhammad Yassin Kosasih, Bimo Variant, Adi Patriyadi yang keempatnya sama-sama bertanding di Kelas Avantgarde. Sedangkan Ibnu Ambara bersaing di Kelas SC4 Spirit.
“Ekadana memang menjadi andalan kita, sudah 2 seri ini juara 1 terus. Bimo di putaran 2 ini juga bisa podium 3 dan Pak Yassin keempat. Sebenarnya yang kita incar adalah juara umum. Jadi targetnya nanti di akhir seri Ekadana yang poinnya sudah lumayan tinggi bisa membawa MBW201CI menjadi juara umum,” ujar Ibnu.

Hingga dua putaran berlangsung, Ekadana memang menduduki posisi teratas klasemen sementara. Pembalap yang bernaung dengan Gazpoll Racing Team tersebut bertengger dengan 68 poin. Meninggalkan Bimo (Garasi 350 RT) di posisi 2 dengan 49 poin dan Yassin Kosasih (Gazpoll Racing Team) di peringkat 3 dengan 44 poin.
Sementara itu, Ibnu menyambut baik dukungan yang diberikan oleh MB Club Ina kepada para membernya yang turun di MOMRC. Sekadar info, MB Club Ina sebagai induk klub-klub Mercedes-Benz di Indonesia sejak Putaran 2 MB Club INA x MOMRC 2024 memang memberikan hadiah uang cash kepada para juara serta subsidi biaya registrasi.
“MB Club Ina sebagai induk klub-klub Mercedes hadir dengan memberikan subsidi dan hadiah, itu sebuah hal yang menarik. Dari situ kini mulai banyak yang sudah bangun mobil lagi, ngerapihin mobil yang sudah pernah balap untuk bisa ikutan lagi. Semoga pesertanya bisa semakin banyak dan semoga dari MBW201CI pesertanya juga bertambah dan juga dari klub-klub lainnya,” jelas Ibnu.

“Dengan adanya subsidi dan hadiah menurut saya bagus banget, jadi bisa menolong secara finansial bagi pembalap yang baru akan ikutan balap,” imbuhnya.
Dari MBW201CI sendiri dikonfirmasi oleh Ibnu, sejauh ini sudah ada 2 calon pembalap yang di putaran berikutnya dipastikan akan turun balap. “Dari MBW201CI kita juga memberikan fasilitas atau mempermudah syarat-syarat bagi para member yang akan ikutan balap. Saya sebagai ketua umum memberikan rekomendasi untuk ke induk MB Club Ina, jadi mempermudah saja kita,” kelakarnya.
MBW201CI diakui Ibnu hanyalah klub kecil yang sudah berusia 16 tahun dengan member tersebar di beberapa kota. MB W201 dikenal melalui balap DTM (Deutsche Tourenwagen Masters) sekitar tahun 80-90an.

“Makanya kebanyakan orang balap pakai W201 karena memang diciptakan untuk balap. Kalau untuk mobil harianya tidak terlalu banyak, di klub kita sekitar 60-70 mobil. Mobil ini memang cukup langka dan harga cukup tinggi dibanding tipe lainnya. Makanya orang agak sulit mencarinya meskipun punya duit karena stoknya terbatas.”
Dijelaskan Ibnu, MB W201 yang resmi masuk Indonesia hanya sekitar 70-80an mbl, itu pun juga mobil untuk kedutaan. “Seperti mobil yang saya pakai dulunya untuk mobil dinas Kedutaan Dubai. Hampir semua mobil W201 yang resmi masuk ke Indonesia adalah mobil kedutaan.”
“Bedanya dengan model Merce lain, body W201 lebih kecil dan mendapat julukan Baby Benz, ibarat Merce Boxer tapi versi kecilnya. Enak buat handling, karena waktu itu diciptakan untuk melawan BMW E30 dan Audi di balap DTM. (Maston/Foto: Dok. MOMRC)






