Perdana Pakai Jeep Cherokee di Sprint Rally Tarmac, Kurniawan Afrianto dan Dida Adha Butuh Adaptasi
Menghadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025, pereli Kurniawan Afrianto dengan co-driver Dida Adha S masih memilih bermain aman.
Autoride – Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2025 berlangsung akhir pekan kemarin pada tanggal 09-11 Mei 2025 di Sirkuit Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat. Pereli Kurniawan Afrianto dengan co-driver Dida Adha S dari Eurostar Racing Team memilih tampil aman demi bisa mencapai target hingga akhir musim.
Apalagi penampilan pereli yang akrab disapa J48RIK (Jabrik) ini juga beru pertama kalinya balapan menggunakan Jeep Cherokee di sprint rally tarmac. Sehingga dirinya mengaku masih membutuhkan Waktu untuk bisa beradaptasi dengan mobil balapnya itu sendiri.
“Untuk seri Jalak Harupat ini dengan trek tarmac, ini baru pertama kali saya pakai Jeep Cherokee. Biasanya, saya pernah pakai Galant VR4 yang bentuknya sedan. Dengan Jeep Cherokee ini berbeda sekali karakternya, makanya di sini saya mengadaptasi bagaimana membawa dan mengendalikan Cherokee yang karakternya 4×4 full,” buka Jabrik.
“Jeep Cherokee dengan sedan mungkin agak berbeda, jadi untuk seri ini saya hanya penjajakan bagaimana mengendalikan mobil Jeep di tarmac,” sambung Jabrik, pembalap reli asal Medan, Sumatera Utara.

Penampilan Jabrik dari SS1 hingga SS4 memang dilaluinya dengan baik. Meski pada SS1 dan SS2 sempat ada kendala. Di mana pada pertengahan balapan, dirinya terhalang oleh pembalap lain yang terhenti di tengah trek. Hal ini membuat Jabrik dan Dida kehilangan Waktu hingga kurang lebih 20 detik.
“Sampai SS4 membaik, walaupun SS1 dan SS2 ada kendala di mesin dan terhalang oleh pembalap lain. Tapi SS3 dan SS4 saya berhasil mengembangkan kecepatan dan mempertajam Waktu. Artinya mudah-mudahan Jeep ini bisa kepegang di tarmac, walaupun plan saya menggunakan Jeep ini bukan di sprint, apalagi tarmac. Tapi karena ada kendala di mobil yang biasa saya pakai, untuk penggantinya saya sementara pakai ini,” jelas Jabrik.
Jabrik berharap ke depan Eurostar Racing Team bisa mencapai prestasi maksimal untuk memenuhi target juara umum di salah satu kelas yang diikutinya di musim ini. Putaran kali ini yang dilangsungkan dengan trek tarmac juga menjadi ajang pembelajaran bagi Jabrik dan pereli lainnya.
“Karena kita mau nggak mau harus mencoba aspal dengan sumber daya yang ada, karena mungkin di 2025 ini setengah seri diadakan di tarmac. Jadi kalau kita nggak belajar, pencapaian poin kita akan berat. Jadi kita harus belajar, harus mengadaptasi mobil kita bagaimana mengendalikannya di aspal. Kalau trek tanah mungkin kita sudah agak lumayan berpengalaman, tapi kalau di tarmac memang butuh kepresisian tinggi,” urai Jabrik.
Sementara itu sebagai co-driver, Dida mengaku tidak banyak kendala terutama untuk teknis. Sebagai navigator baru, Dida masih mengalami kesulitan dalam hal menghafal sirkuit.
“Kendalanya paling mengenai ngapalin jalur, harus fokus, teliti juga mana titik-titik yang sudah dilewati. Kayak di SS4 ada kendala yang lumayan buang waktu banyak, kita harusnya belok tapi malah lurus,” pungkas Dida. (Maston/Foto: Dok. Eurostar Racing Team)








