Car RacingHighlightRacing

Sesi Curhat: Suka Duka Race Director MOMRC

Keberadaan Race Director menjadi salah satu pilar penting dalam balap mobil Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM).

Autoride – Dalam kejuaraan balap mobil ISSOM, seperti kita ketahui ajang tersebut tak hanya melombakan kelas Kejurnas (Kejuaraan Nasional) saja. Namun di dalamnya juga ada beberapa kelas supporting yang notabene adalah kelas untuk para komunitas.

Salah satu kelas komunitas yang cukup bergengsi di ISSOM adalah Mercedes One Make Race Championship (MOMRC). Jalannya balap MOMRC juga tak lepas dari peran serta Race Director. Dan berperan sebagai Race Director MOMRC adalah Ran Koeshadianto yang akrab disama Anto.

Your Community Partner

Beberpa waktu lalu, tim Autoride berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan Anto. Berikut kutipan lengkapnya.

Apa pengertian Race Director secara umum?
Race Director itu adalah satu bidang yang menengahi antara pelaksana balap dan peserta. Race Director hanya berlaku di balap mobil, di olahraga-olahraga lain tidak ada. Maksudnya begini, di setiap event-event balap mobil itu tidak selalu hanya satu slot (kelas balap). Di mana pun tempat pasti akan banyak kelas, seperti yang juga terjadi di ISSOM yang melombakan banyak kelas. Jadi untuk mempermudah jalannya balap, dibentuklah Race Director masing-masing kelas yang dilombakan.

Masing-masing Race Director itu bisa membawa misi dari setiap kelas yang dilombakan. Karena setiap kelas juga pasti memiliki aturan lomba yang berbeda-beda, baik dari segi teknis mekanismenya maupun teknis pelaksanaannya. Untuk pimpinan perlombaannya tinggal menunggu apa keinginan dari Race Director-nya sendiri, yang sudah membawa misi dari slotnya masing-masing.

Dengan kata lain, tugas pokok Race Director menjadi penjembatan komunikasi antara pembalap dengan pelaksana balap. Tapi lebih langsung ke mengarahkan ya. Contohnya jika kelas tersebut merupakan supporting race, maka kita tidak bisa berlakukan aturan-aturan balap dari slot Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Your Community Partner

Karena kalau Kejurnas itu berlaku mutlak dengan buku aturan, khususnya untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan perbedaan waktu antara pesertannya yang memberlakukan skema 107 persen. Di mana peserta-peserta dengan waktu di bawah sekali dari 107 persen akan langsung di-delete. Kalau untuk supporting tidak mungkin diberlakukan seperti itu, karena untuk supporting itu seperti fun race yang semuanya harus happy.

Bagaimana menyelesaikan masalah saat ada pembalap ‘nakal’?
Kita tidak semudah itu untuk memberikan punishment. Kita akan lebih banyak melakukan pembinaan. Jadi akhirnya untuk supaya aturan-aturan ini bisa terlaksana dengan baik, kita harus bisa menerangkan secara intelektual, harus dengan komunikasi yang bisa diterima semua kalangan.

Apalagi di kelas supporting, kebanyakan mereka hanya ingin cari olahraganya saja, pengen have fun, kumpul-kumpul. Apalagi mereka bukan orang susah, notabene orang-orang berduit. Jadi kita gak bisa sembarangan.

Apa kendala yang sering kali dialami Race Director?
Kendala sebagai Race Director secara personal tidak ada. Tapi secara keseluruhan apalagi menyangkut dengan peserta sebenarnya sangat pelik ya kalau kita tidak hati-hati. Soalnya juga membawa misi yang kadang-kadang agak sedikit minggir dari aturan. Kita juga harus hati-hati menerangkan ke pelaksana balap. Semuanya kembali ke kesepakatan, yang penting yang diutamakan adalah keselamatan harus nomor satu karena balapan itu adalah olahraga yang punya risiko tinggi.

Bagaimana etika balapan yang baik?
Etika balapan yang baik sebenarnya tidak jauh-jauh dari etika kita seperti berkendara di jalan raya pada umumnya. Boleh melakukan kecepatan tinggi, yang utama adalah keselamatan orang di sekitar kita harus diperhatikan. Itu yang utama, jangan saat balap kita main susul seenaknya saja. Jadi harus berpikir juga, kalau saya salip dia kira-kira keselamatan dia aman atau tidak. Jadi etika balapan intinya sama seperti berkendara di jalan pada umumnya, bedanya kalau di sirkuit ya berkompetisi. (Maston/Foto: istimewa)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *