Aki Mobil Soak, Baiknya Diganti atau Hanya Dicas?
Banyak pertanyaan muncul ketika aki mobil soak, sebaiknya dicas saja atau harus diganti? Temukan jawabannya lewat artikel berikut
Autoride – Aki mobil memang merupakan komponen penting bagi mobil. Pasalnya, mobil tidak akan bisa berfungsi apabila tidak ada komponen aki. Selain itu, banyak sekali permasalahan bisa ditimbulkan oleh aki pada mobil yang bermasalah. Oleh karena itu Anda perlu merawatnya dengan baik. Lalu, jika aki mobil soak atau bermasalah, sebaiknya diganti atau hanya di cas saja?
–> Kapan Sebaiknya Gunakan Lampu Hazard Motor?
Ciri-Ciri Aki Soak Pada Mobil

Semua orang pasti pernah mengalami tiba-tiba mobil tidak bisa hidup mesinnya saat distarter. Hal ini tentu saja sangat menjengkelkan, apalagi bila dalam keadaan mendesak dan penting. Sementara sudah mencobanya dengan berbagai cara, mesin mobil tetap tidak bisa dihidupkan. Namun, sebelum hal tersebut terjadi, sebenarnya tanda-tanda aki mobil soak biasanya mulai muncul, diantaranya:
- Saat kendaraan sudah mulai sering sulit di-starter. Kalau biasanya satu kali atau dua kali starter mesin sudah langsung menyala, akhir-akhir ini harus sampai tiga kali atau lebih baru bisa menyala. Nah, kalau sudah merasakan hal itu, segera cek kondisi aki atau bahkan lakukan pergantian jika memang dirasa perlu karena ditakutkan jadi gejala awal aki mobil soak.
- Tanda lain aki akan rusak adalah nyala lampu mobil sudah tidak seterang biasanya.
- Klakson tidak lagi senyaring yang seharusnya. Tanda yang satu ini dan tanda sebelumnya ini tidak boleh diacuhkan karena akan membuat mobil susah atau tidak bisa di-starter.
Lebih baik di cas atau diganti?
Pada dasarnya, ada beberapa macam kerusakan yang terjadi pada aki. Dengan mengetahui penyebabnya, maka bisa diputuskan apakah aki harus diganti atau cukup dengan dilakukan pengisian energi atau melakukan cas aki mobil saja. Hal ini dikarenakan tidak semua kerusakan pada aki harus dilakukan penggantian. Aki mobil sendiri ada dua jenis, yaitu aki basah dan kering.
Kedua jenis aki tersebut sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kedua aki ini juga bisa digunakan pada semua jenis mobil, asalkan dengan menyesuaikan kapasitasnya.

Aki basah, biasanya didesain dengan badan yang transparan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui batas cairan aki yang harus segera dilakukan pengisian apabila sudah berada di bawah garis batas yang ditentukan. Aki basah lebih awet, asalkan tidak terlambat dalam pengisian larutannya.
–> Muschap SMI Kebumen 2021 Terasa Lebih Spesial
Sementara pada aki kering Anda tidak perlu melakukan pengisian cairan, karena aki kering memang tidak menggunakan air. Dari segi kemudahan, aki kering lebih praktis karena tidak perlu melakukan pengisian larutan. Namun dari segi harga, aki kering jauh lebih mahal.
Nah, jika mobil Anda menggunakan aki basah, sebaiknya dicek terlebih dulu dengan menambahkan air atau melakukan pengecasan. Sedangkan dengan aki kering, sebaiknya ganti baru karena umumnya aki kering jika sudah soak sangat tidak bisa diperbaiki. (Foto: Istimewa)



