Cak To Kepala Mekanik Eurostar Racing Team: Banyak Mobil & Mekanik, Kuncinya Komunikasi dan Berbagi Tugas
Pria yang akrab disapa Cak To menjadi sosok penting dibalik aksi-aksi para pereli Eurostar Racing Team dalam setiap putaran balap.
Autoride – Memegang peran sebagai kepala mekanik, Cak To memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan penampilan apik para pereli Eurostar Racing Team. Sebagai chief mechanic, Cok To juga bertanggung jawab mengelola dan mengawasi kinerja tim mekanik, memastikan kualitas pekerjaan, dan mengoptimalkan proses kerja.
Tugasnya memang tidak ringan. Apalagi berada di tim besar seperti Eurostar Racing Team yang memiliki 7 hingga 8 mobil balap dalam setiap seri Kejurnas Sprint Rally. Cak To harus bisa memastikan setiap mobil berada dalam kondisi optimal dan prima untuk dibejek di trek balap.
Dalam bekerja, Cak To juga harus bisa mengarahkan para kru mekanik untuk bisa bekerja maksimal. Gak mudah, terlebih lagi Eurostar Racing Team juga disupport oleh beberapa bengkel yang berbeda. Ada Eurostar Garage yang merupakan milik Heru Rubyanto sekaligus team owner. Juga ada Fans Auto Garage dari Bogor yang dinahkodai Irvan Hardiansyah.
“Saya disini hanya support untuk tim Eurostar yang dikomandai Om Heru. Saya mengkoordinir anak-anak mekanik. Tingkat kesulitan kita, karena mekanik ini ada support dari bengkel Om Heru sendiri, dari bengkel Bogor Om Irvan. Jadi kita harus menyatukan semua misi kita untuk kebersamaan. Kita dari awal ini sudah mulai ada management yang harus kita jalanin, terutama untuk pengecekan mobil,” buka Cak To.
Menurut Cak To, tim besar ini mangaplikasikan manajemen tertulis. Artinya, setiap mobil balap harus dilakukan pengecekan secara tertulis. Contohnya jika ada kerusakan, mekanik harus menulis pada kertas yang sudah disiapkan khusus terkait ada kerusakan apa, dan apakah kerusakan tersebut sudah diperbaiki atau belum dan lain sebagainya.
“Untuk kita di mekanik karena varian mobil balapnya beda-beda, ada BMW E36, BMW E46, Proton, dan Honda Jazz, ini tingkat elektriknya juga beda-beda. Jadi kita juga didukung oleh beberapa rekanan seperti untuk mesin ada Om Michael (M Tuning), terus E46 kita serahkan ke Om Rizky,” ujar Cak To.
“Untuk SOP kerja memang kita bagi-bagi di mekanik, ada bagian kayak kaki-kaki, ada bagian elektrik. Mekanik utama ada Pak Herman sama Iman, saya hanya mantau. Jadi alhamdulillah ini kita berjalannya lancar,” pungkas Cak To yang juga pemilik Tunas BMK. (Maston/Foto: Dok. Eurostar Racing Team)





