Car RacingHighlightRacing

Yassin Kosasih Berharap Komitmen Pereli Muda Besarkan Balap Reli

Muhammad Yassin Kosasih, meski usianya sudah tak muda lagi, namun masih terlalu kuat untuk ditandingi para lawannya.

Autoride – Fisik kuat di usia senja terus dibuktikan oleh pembalap senior Muhammad Yassin Kosasih yang belum lama ini tampil di dua event sekaligus. Adalah Putaran 2 Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sprint Rally 2024 dan Putaran 2 Kejurnas Speed Offroad yang berlangsung di Sirkuit Hidzi Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, (27-28/7) lalu.

Yassin Kosasih tampil memukau dengan pacuannya Corolla DX dan Cherokee di Kejurda Sprint Rally serta Can-Am Maverick R untuk Kejurnas Speed Offroad. Di mana pembalap berusia 57 tahun ini turun di tiga kelas sekaligus, yakni kelas, R3, G6 dan G7. Hasil dari balapan kala itu, dia mampu mengakhiri pertandingan dengan masuk posisi 10 besar.

Your Community Partner

Selain keberhasilannya masuk 10 besar, pembalap yang juga aktif di ISSOM ini juga mendapatkan penghargaan sebagai pereli paling senior yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut. Yassin hadir di event itu dengan misinya ingin memberikan semangat kepada para pereli muda agar terus menunjukkan komitmennya dalam membesarkan cabang olahraga reli.

“Saya sempat merasa tidak percaya, karena yang pertama naik podium itu saya sebagai pereli paling senior dan pereli yang termuda, kemudian panitia memberikan penghargaan tersebut,” ujar Yassin Kosasih.

Can-Am Maverick R

Hal menarik lainnya yang disajikan oleh pereli Gazpoll Racing Team itu adalah kehadirannya dengan mobil balap Cherokee berkelir biru putih. SUV yang ia geber itu memiliki spesifikasi yang berbeda dari SUV sejenis lainnya.

Yassin menyebut dalam memodifikasi pacuannya itu dengan melakukan convert dari transmisi manual ke transmisi matic. Hasil karya tersebut dilakukan oleh Volcano Workshop yang dikomandoi oleh Abah Iman asal Bandung, Jawa Barat.

“Ini adalah Cherokee matic pertama yang dipakai untuk Kejurnas Speed Offroad. Kalau yang lainnya itu semuanya kebanyakan manual. Saya melakukan convert dari manual ke transmisi matic, dan baru sebulan lalu dirubah ke matic langsung pakai balap,” beber Yassin Kosasih.

Your Community Partner

Namun sayang, penampilan Yassin Kosasih dengan Cherokee tidak bisa dilanjutkan hingga tuntas. Lantaran Cherokee tersebut mengalami kendala teknis di salah satu bagian. “Padahal sebelum mobil tersebut mengalami kendala, saya berada di peringkat keempat. Tapi ada kendala, akhirnya tidak bisa digunakan,” pungkas Yassin Kosasih. (Maston/Foto: Dok. Yassin)

Corolla DX
Cherokee
Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *