Aspal Sirkuit Sentul Rusak, Putaran 3 ETCC 2024 Sepi Peserta
Putaran 3 European Touring Car Championship (ETCC) 2024 mengalami penurunan starter yang cukup drastis. Ternyata ini penyebabnya.
Autoride – European Touring Car Championship (ETCC) yang menjadi bagian dari ajang balap mobil bergengsi Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) merupakan salah satu kelas yang paling ditunggu. Sebab balap ETCC selalu menyajikan banyak kejutan dan merupakan salah satu yang paling ramai jumlah pesertanya.
Dalam setiap putarannya, balapan ini selalu saja menjadi yang terbanyak jumlah pesertanya. Bahkan tak jarang promotor terpaksa harus menolak pendaftar karena sudah melebihi kuota yang tersedia. Namun hal berbeda terjadi di Putaran 3 ETCC 2024 yang dilangsungkan pada Minggu, 25 Agustus 2024 lalu.
Pembalap yang ikutan di Putaran 3 kemarin tak sampai 20 jumlahnya. Hal ini menjadi catatan buruk sepanjang sejarah digelarnya balap ETCC di Indonesia sejak lebih dari 10 tahun silam. Pada Putaran 3 kemarin hanya ada 18 starter.
“Terus terang Putaran 3 ini kondisinya sepi peserta. Dibandingkan seri sebelumnya trendnya sudah menurun. Sebenarnya mulai dari awal musim balap tahun ini sudah mulai kelihatan bahwa trend balapan ini sudah mulai menurun pesertanya,” buka Andre Dumais, akrab disapa Dume selaku Promotor ETCC.

“Sebagai promotor sempat saya singgung sebenarnya apa yang menyebabkan sepi. Kita khawatir peserta lebih turun lagi, akan susah ngangkat kembali. Di briefing saya tanyakan ke penyelenggara ISSOM dalam hal ini Ibu Lola Moenek dan COC Pak Dani Sarwono. Ibu Lola juga menyadari hal ini,” sambung Dume.
“Yang kita bisa kaitkan kenapa bisa sepi ya kondisi aspal. Kalau dari ETCC sebenarnya pembalap dan mobilnya ada semua, saya sudah mengajak mereka untuk turun di Putaran 3 ini. Tapi jawaban mereka tar saja kalau kondisi aspal sudah bagus,” jelasnya.
Buruknya aspal Sirkuit Sentul yang menjadi lokasi digelarnya balapan memang tidak hanya mengancam keselamatan pembalap. Namun para pembalap juga merasa dirugikan karena kerusakan yang cukup parah pada mobil. Dume menyebeut, dari beberapa cerita pembalap, ada pasir dan batu yang sampai masuk ke area mesin. Hal tersebut dirasa membuat biaya operasional mobil membengkak.
“Mensiasatinya karena kita sebagai pelaku balap, harusnya yang punya hajat yang memikirkan hal ini. Memang gak gampang dan gak murah untuk mengaspal ulang sirkuit. Perlu dana yang lumayan,” pungkas Dume kepada Autoride. Semoga ada solusi! (Maston/Foto: Dok. ETCC)







