Car RacingHighlightRacing

ISSOM 2022: RC Adhi Nugroho Martosubroto Finish Terdepan di Putaran Ke-4 ETCC

Meski kini terpaut satu poin dengan puncak klasemen sementara, tak membuat RC Adhi Nugroho Martosubroto terlena. Sebab balapan ISSOM masih sisa tiga seri lagi.

Autoride – Bergulirnya ajang balap Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) terus menunjukkan persaingan yang semakin ketat dari setiap putarannya. Khususnya di European Touring Car Championship (ETCC). Salah satu pembalap handal di balap ETCC adalah RC Adhi Nugroho Martosubroto dari BMW Team ASTRA yang pada putaran keempat (4/9) lalu berhasil finish di podium tertinggi.

“Balapannya seru banget. Alhamdulillah bisa fight sampai lap terakhir sama pembalap yang satu kelas, Ryan (Ryan Eka Kurniajaya) dari MOCI Motorsport. Kebetulan saya bisa nyusul di lap 10 dan dapat juara satu di Kelas 2000 Master,” buka Adhi.

Your Community Partner

Torehan apik tersebut dikatakan Adhi tak lepas dari persiapan tim yang sangat baik. Meski dirinya merasa udaranya cukup panas. Namun di sisi lain dia merasakan performa mobil mumpuni untuk digeber hingga batas limit di trek balap sepanjang 4 kilometer itu. “Apapun bisa terjadi saat balapan. Jadi kita lakukan semaksimal mungkin,” katanya.

Penampilan apik Adhi memang sudah terlihat sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi. Di mana saat perebutan grid start, pembalap dengan nomor lambung 11 ini mampu memperbaiki catatan waktunya. Meski memulai balapan dari posisi belakang, Adhi tak langsung menyodok di urutan pertama. Butuh waktu cukup lama, 10 lap baginya untuk bisa memimpin balapan.

-> SUGOI Sidoarjo Eratkan Kebersamaan Member dengan Touring ke Bromo

Adhi Nugroho Martosubroto
Aksi Adhi Nugroho Martosubroto di sirkuit Sentul – Foto by Baskoro Try Setio

“Pas balap (final) saya di dua lap terakhir bisa nyusul ke posisi satu. Semua pembalap kenceng-kenceng, jadi kita push mobilnya saja mencoba untuk nge-push limitnya di mana sampai balapan selesai,” cerita Adhi.

Menurutnya, persaingan ketat balap ETCC terutama di kelas Master yang diikutinya akan selalu ketat dan menimbulkan persaingan sengit antar pembalap. “Persaingannya akan selalu ketat, karena di kelas 2.000 Master mesinnya terbatas di 2.000 CC. Kita harus berpikir dan berusaha keras bagaimana caranya bisa menjadi yang terdepan. Mulai dari mengatur suspensi, setting mesin, final gear, kopling dan sebagainya. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut sampai akhir musim. Saat ini poin di kelas 2000 Master sangat ketat,” jelas Adhi yang sudah terjun balap ISSOM sejak tahun 2018 silam.

Your Community Partner

Dari empat putaran yang sudah berjalan, menurutnya balapan seri kali ini adalah yang paling ketat dan sangat intens. Pasalnya dirinya baru bisa menduduki posisi terdepan di dua lap terakhir menjelang bendera finish berkibar. Apalagi ditambah raihan poin di klasemen sementara yang berjarak hanya satu poin membuat perebutan podium juara semakin berwarna.

“Saat ini saya terpaut satu poin dari posisi pertama klasemen sementara. Segala sesuatu masih bisa terjadi, kita lakukan yang terbaik saja. Strategi untuk juara umum harus podium. Yang penting nge-push sampai batas limit, apapun hasilnya kita serahkan sama yang di atas,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Presiden BMW Car Clubs Indonesia tahun 2019-2021 ini. (Maston/Foto: Tono & Cover by Baskoro Try Setio)

-> Garasi 350 Racing Team Bikin Balap MOMRC Makin Meriah

Adhi Nugroho Martosubroto
Adhi Nugroho Martosubroto

Adhi Nugroho Martosubroto

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *