Car RacingHighlightRacing

Garasi 350 Racing Team Bikin Balap MOMRC Makin Meriah

Garasi 350 merupakan tim balap yang cukup konsisten mewarnai ajang balap Nasional. Terutama di gelaran bergengsi ISSOM.

Autoride – Menjadi prestasi yang patut diapresiasi untuk sebuah tim balap yang mampu bertahan hingga usia yang cukup panjang. Adalah tim balap Garasi 350 yang sudah lebih dari dua dekade lahir dan hingga kini masih konsisten di jalurnya untuk meramaikan ajang balap di Indonesia, yakni Indonesia Sentul Series Of Motorsport (ISSOM).

Beruntung, tim Autoride menjadi salah satu media yang berhasil melakukan wawancara langsung dengan ownernya, Rizy. Kepada Autoride, Rizy bercerita banyak tentang latar belakang lahirnya tim balap Garasi 350.

Your Community Partner

Garasi 350 mulai dirintis sejak tahun 2001. Awalnya juga bukan bengkel mobil balap. (Angka) 350 karena pada awalnya merupakan bengkel untuk mobil Mercedes 3500cc V8. “Seiring berjalannya waktu tahun 2006 mulai ada teman-teman yang mau balap. Jadi akhirnya mulai jadi bengkel balap,” buka Rizy.

Bengkel tersebut juga sudah berpindah lokasi hingga tiga kali. Tahun 2001 bengkel Garasi 350 masih beralamat di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Namun sekarang menempati lokasi di kawasan Pasar Segar Cinere, Depok, Jawa Barat.

-> Pembalap AHRT Harumkan Nama Indonesia di Thailand Talent Cup

Garasi 350
Rizy, Owner Garasi 350 Racing Team

“Mulai kepikiran bentuk tim balap karena dulu anak saya saat tumbuh besar sekitar usia 16 – 17 tahun, dari pada kebut-kebutan di jalan raya jadi saya arahin ke sirkuit saja. Sampai akhirnya sekarang banyak pembalap yang ikut,” sambung Rizy.

Sampai saat ini kurang lebih ada 12 pembalap yang bernaung di bawah bendera Garasi 350 Racing Team. Di ajang ISSOM, mereka turun di beberapa kelas berbeda. Seperti Mercedes One Make Race Championship (MOMRC).

Your Community Partner

“Menjaga eksistensi yang penting bersikap baik. Saat ada perbedaan pendapat semuanya kita tampung. Maunya mereka apa. Tapi kalau sudah mengarah ke part-part yang racing saya larang. Karena kita balap buat seneng-seneng saja. Podium hanya bonus. Di kita manager team juga hanya satu,” paparnya.

-> Demi Beli BMW F30 Untuk Balap ISSOM, Raden Rauf Rela ‘Makan Ikan Asin’

Menjaga hubungan baik dengan pembalap jadi salah satu kunci eksistensi Garasi 350

Garasi 350 Racing Team kini total menangani 14 mobil balap, dengan pembalap 12. Tapi yang pasti ikut balap di setiap serinya hanya 7 atau 8 pembalap saja. Profil pembalap pun bermacam-macam latar belakang, mulai mahasiswa, pegawai atau pengusaha. Rata-rata pembalapnya juga sudah usia di atas 50 tahun. Kalaupun ada yang masih tergolong muda, usianya juga sudah 30an tahun ke atas.

“Persiapan mobil dari seri ke seri hampir tidak ada. Paling hanya ganti oli, cek part dan cek kaki-kaki. Kalau yang setiap seri ganti hanya oli saja, karena saya tidak mau balapan pakai oli bekas seri sebelumnya. Kalau ban 2-3 seri baru ganti. Setiap seri balapan butuh biaya kurang lebih Rp. 8 jutaan,” jelas Rizy.

Sementara itu, berbicara mengenai balap MOMRC, Rizy menyebut jika para pembalapnya merasakan MOMRC adalah balapan yang paling enak dan fun. “Karena di sini lebih ke guyub. Jadi tidak semata-mata hanya mau menang saja. Hubungan antar tim antar pembalap juga baik banget. Mengenai pemberlakuan one make tire dengan ban GT Radial tidak masalah, benefit ban bagus dan harga terjangkau untuk pembalap dan mudah didapat,” pungkasnya. (Maston/Foto: Tono & Dok. Garasi 350)

-> TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *