Ghita, Lady Bikers Ini Lebih Suka Disebut Single Fighter
Ria Regita, akrab disapa Ghita memilih jalan hidupnya menjadi lady bikers. Dirinya pun lebih suka disebut sebagai single fighter.
Autoride – Ghita, begitu dirinya akrab disapa oleh kalangan riders. Perempuan ini pun terjun ke dunia motor sejak tahun 2015 silam. Memang masih tegrolong baru. Namun sudah banyak pengalaman yang dicapai oleh Ghita yang lebih suka disebut sigle fighter.
Akan tetapi jika berbicara soal hobi motor, lady bikers ini mengaku sudah mencintainya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yamaha RX King menjadi motor pertamanya. Meskipun setelah itu gonta ganti motor dari 2tak hingga 4tak.
“Aku terjun kedunia motor sejak 2015, tapi kalau hobi motor sudah dari SMP. Pertama kali bawa motor RX King punya Ayah. Tapi cuma sebentar terus ganti Vespa PX punya aku sendiri saat SMK. Pas udah lulus pakai Vixion sampai saat ini,” ungkap Ghita, wanita kelahiran Bogor 15 September 1996.
-> Bamsoet Temui Komunitas Kendaraan Listrik Dewata EVi Association

Bisa naik motor pun tak ada mentor. Ghita berujar secara otodidak dirinya bisa mengendarai sepeda motor. Dengan hanya melihat teman sebanyanya saat itu, Ghita lalu mencoba sendiri dan langsung bisa. “Bisa naik motor belajar otodidak, gak pernah ada yang ngajarin. Cuma ngeliat temen bawa motor, penasaran lalu coba langsung bisa. Aku pilih naik motor ya karena suka aja dibanding naik mobil, mabok,” jelasnya.
Saat sudah dewasa, Ghita mulai akrab dengan dunia bikers hingga dirinya gabung ke salah satu komunitas. Sejak tahun 2015 sudah dikenal sebagai single fighter. Meski sekarang berada di bawah payung Lady Bikers Indonesia (LBI) pimpinan lady bikers Inuk Blazer. Selain di LBI, Ghita juga tergabung di Team Gembuzz Racing 135.
“Di dua komunitas tersebut aku hanya sebagai anggota biasa, karena gak mau jadi pengurus. Aku sendiri sudah sibuk dengan pekerjaan normalku. Gabung di LBI sudah sekitar dua tahun lalu. Dan di Team Gembuzz Racing 135 juga kurang lebih dua tahunan. Satu lagi, aku juga ada di wadah Raja Nusantara untuk perwakilan dari Team Gembuzz Racing 135. Raja Nusantara aktif dalam dunia baksos, belum lama ini sudah bisa membangun mushola. Mohon doanya semoga banyak rezeki agar bisa banyak membantu sesama,” jelas Ghita.
-> Begini Cara Merawat Kampas Rem Motor Matik Supaya Awet
“Pengalaman menarik aku adalah saya bisa membuat acara deklarasi dan anniversary aku sebagai single fighter yang kesatu pada tahun 2016. Saat dibarengi dengan ulang tahunku yang ke-20. Itu yang ga akan aku lupakan walau saya sendiri (single fighter), tapi tamu yang hadir membludak. Alhamdulillah mungkin berkat saya sering sowan kesana sini cari sedulur selama ini,” cerita Ghita.
Meski berada di komunitas dengan mayoritas pria, namun justru hal itu membuat Ghta merasa spesial. “Walau saya wanita sendirian tapi mereka selalu melindungi dan menjaga, selayaknya abang saya,” urai Ghita yang pernah touring terjauh saat menjelajah ke Lombok pada tahun 2020 lalu.
“Tantangan menjadi lady bikers itu adalah menahan rasa baper, apalagi ada di wadah LBI yang semua itu wanita dan harus bener-bener bisa balance antara keluarga, kerjaan, kesehatan dan hobi,” pugkasnya. (Maston/Foto: Dok. Ghita)
-> Caterham Seven 170, Tetap Unik dengan Sentuhan Baru yang Minimalis





