Car RacingHighlightRacing

ISSOM 2022: Piala Putaran 5 MOMRC Terinspirasi dari Budaya Indonesia

Sang promotor kembali menghadirkan desain dan karya terbaiknya lewat penampilan piala untuk putaran kelima MOMRC 2022.

Autoride – Putaran kelima Mercedes One Make Race Championship (MOMRC) sukses digelar pada akhir pekan kemarin, 1 – 2 Oktober 2022 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Balapan yang menjadi salah satu kelas di ajang Indonesian Sentul Series Of Motorsport (ISSOM) ini selalu hadir dengan keunikan tersendiri. Seperti halnya piala yang di setiap putaran berganti bentuk dan makna.

“Kami dari MOMRC memang ingin memberikan sesuatu, apresiasi kepada para pembalap dan juga kepada para sponsor. Dan kita ingin memberikan piala ini yang memiliki makna dan filosofi. Untuk putaran kelima ini saya sebagai promotor melihat banyak kendala yang dihadapi para pembalap termasuk juga dari sisi promotor yang menghadapi berbagai kendala. Di situlah saya mencoba untuk kembali bercermin diri terhadap semangat,” buka Iswachyudhi selaku Promotor MOMRC.

Your Community Partner

“Kita harus semangat, maka itu saya mengambil satu tema yang singkat yaitu sebuah keinginan itu diwujudkan menjadi sebuah cita-cita atau sebuah tekad. Tekad itu menjadi tonggak untuk diri kita. Supaya kita bisa melaksanakan semuanya. Tonggak itu harus berdiri tegak supaya cita-cita tersebut tidak buyar. Sama halnya dengan yang saya buat untuk piala ini, sebuah tekad menjadi tonggak yang harus tetap berdiri tegak.”

“Di sini saya juga mengaplikasikan bahwa berbagai problem yang dihadapi, kita tetap harus punya tenang. Kita kembali ke fokus tekad awal yaitu target dan capaian. Karena cobaan itu datang silih berganti, tapi kita harus kembali lagi kepada tekad yang harus didasari oleh kemampuan kita untuk mencapai hasil maksimal dan seperti apa yang kita inginkan,” jelasnya.

-> Drift Camp Kembali Digelar Oleh Indonesian Drift Community (IDC) Setelah Absen 2 Tahun

MOMRC

Desain pada piala terinspirasi dari budaya Indonesia. Kepada Autoride, Yudhi menyebut jika dirinya secara tidak sengaja melihat tari Bali. Yang kemudian dipadukan dengan senjata tradisional keris. Menurut Yudhi, keris pada jamannya digunakan untuk membela dan mempertahankan diri.

Your Community Partner

“Di situ saya melihat ada nilai budaya yang sangat indah yang lalu saya aplikasikan di piala ini. Makanya piala ada lekukan yang menggambarkan keris dan penari dengan lentur tubuhnya,” singkat Yudhi.

Lekukan keris dan lenggok penari Bali yang begitu indah ini menjadi salah satu dari kekayaan budaya Indonesia yang dijadikan inspirasi bagi MOMRC Production untuk diabadikan kedalam bentuk trophy kejuaraan. Makna yang tersembunyi dari bentuk trophy secara keseluruhan adalah Sebuah Tekad menjadi Tonggak yang Tetap berdiri Tegak dalam situasi apapun.

-> Rutin Pakai Oli Yamalube, Lady Bikers Ini Dihadiahi All New Aerox 155 Connected

MOMRC
Iswachyudhi, Promotor MOMRC

“Sebuah cita-cita dapat diraih selama kita punya tekad, meski jalan yang dilalui berliku-liku dan hambatan datang silih berganti dari kanan kiri atas dan bawah. Hati dan akal pikiran sehat serta upaya tetap kita jadikan tonggak yang harus berdiri tegak dalam mecapai hasil yang sempurna,” papar Yudhi.

Ada satu hal yang tak lepas dari kreativitas Yudhi yang di piala kali tetap dipertahankan, yaitu daun dan kuncup. Namun demikian, daun dan kuncup berbeda jumlahnya dari putaran sebelumnya. Kali ini ada 4 pasang daun dan kuncup yang mengartikan bahwa empat balapan yang berhasil dilalui sepanjang ISSOM 2022.

“Kita tetap menampilkan daun dan kuncupnya. Jumlahnya di piala kali ini ada empat yang artinya balapan sudah berjalan empat putaran. Dengan harapan putaran kelima kita tetap menjadi tumbuh dan semangat tumbuh kembang itu selalu menjadi dasar dan inspirasi kita. Agar ke depannya semakin baik,” pungkasnya. (Maston/Foto: Tono)

-> Deklarasi Triple X Community Makassar Sajikan Event Eksklusif Untuk Bikers

MOMRC

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *