Tampil Perdana di ETCC 2023, Budidana Langsung Juara Umum Kelas Novice 2000
Babak grand final atau Putaran 7 European Touring Car Championship (ETCC) 2023 dilalui Budidana dengan santai dan tidak ngoyo.
Autoride – Meski tidak ngoyo dan asal ngegas, namun pembalap dengan nama lengkap M Ibrahim Budidana ini tetap berhasil menorehkan hasil terbaik dengan menjadi juara umum Kelas Novice 2000cc pada ajang balap ETCC 2023 yang menjadi bagian dari ISSOM.
Pada putaran 7 ini Budidana memang cukup santai. Karena pada dasarnya dia sudah kunci gelar juara umum pada putaran 4 sebelumnya. Dari 7 putaran yang dilaluinya, pembalap dengan nomor punggung 177 ini mengoleksi 136 poin. Cukup jauh meninggalkan lawannya di peringkat 2 dengan 88 poin.
“Grand final ini saya mencari posisi aman saja, asal finish dengan aman dan selamat. Karena poin sebagai juara umum sudah dipegang pada saat seri keempat,” buka Budidana yang pada putaran 7 ini memulai balapan dari grid 21.

Pada saat kualifikasi, pembalap Banteng Motorsport tersebut berhasil menorehkan waktu tercepat 1menit 59detik. Dirinya berusaha untuk tidak melebihi braket time di 1menit 57detik saat geber mobil balapnya Mercedes W201/190E di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat.
Saat balapan pun tidak ada strategi khusus. “Tidak ada strategi khusus, berusaha main aman saja dan tidak melebihi bracket time supaya tidak didiskualifikasi dari poin yang sudah terkumpul,” sahut Budidana kepada Autoride.
Hasil juara umum ini tentu menjadi pencapaian spesial bagi Budidana. Pasalnya ini adalah mudim perdana dirinya balapan di ETCC dan langsung bisa tampil menjadi yang terbaik hingga akhir musim.
“Alhamdulillah senang. Karena baru tahun 2023 ini ikut pertama kali balapan ETCC. Tahun-tahun sebelumnya hanya ikutan di balapan Retro dan pernah ikutan STCR kelas Super Retro. Hasil juara umum sudah sesuai target,” jelas Budidana yang juga ayah dari pembalap Ekadana.
Sementara itu, balapan ETCC baginya cukup menarik dan menantang. Karena menurutnya di balapan ETCC pesertanya paling banyak jika dibanding dengan slot balap yang lain. Namun dengan banyaknya pembalap, selain memberikan persaingan ketat juga memiliki risiko cukup besar. Maka saat balapan harus tetap waspada dan fokus.
“Balapan paling berkesan serie keempat, karena ditabrak dari belakang lalu nyengol tembok. Bagian mobil depan dan belakang rusak tapi mesin aman sehingga bisa tetap finish di podium 1,” pungkas Budidana yang menyebut di ETCC 2024 mendatang mau naik kelas ke Master atau Pro 2000cc. (Maston/Foto: Dok. Budidana & ETCC)






