W124 MBCI Motorsport Kembali Berlaga di MOMRC, Untuk Eksistensi Bukan Sensasi
W124 MBCI Motorsport turut meriahkan ajang balap ISSOM 2022, khususnya di Mercedes One Make Race Championship (MOMRC).
Autoride – W124 Mercedes-Benz Boxer Club Indonesia (MBCI) dengan tim balapnya W124 MBCI Motorsport tahun 2022 ini kembali fokus di balapan bergengsi ISSOM (Indonesian Sentul Series Of Motorsport), khususnys di kelas Mercedes One Make Race Championship (MOMRC). Namun tak seperti musim-musim balap sebelumnya, karena di 2022 ini mereka hanya fokus dengan satu pembalap saja, yakni Soebiyanto.
“Tahun-tahun lalu kita memang geber. Beberapa pembalap kita turunkan barengan. Tahun ini kita mau coba fokus ke satu pembalap dulu. Alhamdulillah dari seri satu sampai seri lima ini tidak ada kendala, mudah-mudahan nanti bisa juara umum,” buka Heru S. Notonegoro, Presiden W124 MBCI.
Di mana pada musim balap 2022 ini mereka hanya fokus untuk memberikan dukungan kepada pembalap Soebiyanto. Pilihan yang jatuh terhadap pembalap dengan nomor lambung 150 ini juga bukan tanpa alasan. Heru menyebut ada banyak faktor dan pertimbangan sehingga menjatuhkan pilihan tersebut.
-> Risiko Muatan Berlebih Dalam Penggunaan Mobil Pick Up
“Ini adalah salah satu pembalap yang menurut saya bawaannya tenang, gak panikan, dan medan seperti apapun bisa dengan mudah menyesuaikan. Itu adalah kunci yang utama. Karena kalau mesin bagus, semua perlengkapan bagus tapi kalau bawaannya si pembalap gak bisa tenang jangan harap,” jelasnya.
Kelebihan yang dimiliki oleh pembalap asal DKI Jakarta tersebut memang berhasil dibuktikan saat balapan berlangsung di putaran kelima pada akhir pekan ini, 1 – 2 Oktober 2022. Di mana balapan yang berlangsung dengan kondisi hujan, namun bisa dilalui dengan mudah hingga bendera finish berkibar. Meski diakui oleh pembalap yang akrab disapa Yeb, dirinya sempat alami kendala saat balapan masuki lap ke-8 di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat.
“Balapan di lap-lap awal lancar karena trek masih kering, di satu sisi juga semua trek belum ada genangan air. Pas setengah balapan di lap-lap akhir trek sudah mulai basah dan ada genangan air, ban jadi kurang gigit karena sebelum balapan kita masih fokus di trek kering dan balapan pakai ban untuk trek kering. Jadi sempet sedikit melintir di lap kedelapan, beruntung bisa masuk lagi. Target seperti pembalap lainnya semoga bisa juara umum,” urai Seobiyanto yang turun di kategori kelas Einsprintzen 5.
-> Kasih Sayang Ayah Tercurah Hingga Arena Balap MOMRC

Sementara itu, dijelaskan oleh Heru, W124 Mercedes-Benz Club Indonesia pada hakekatnya memang ada divisi racing, dan fokus utamanya hanya balapan di ISSOM. “Kita turun sejak tahun 2010 dan tidak pernah tidak podium karena ada Jackey Motor yang yang support,” sambung Heru.
Heru dalam wawancaranya dengan Autoride juga menyebut pihaknya ada rencana untuk tambah pembalap di musim 2023 nanti. “Kendaraannya juga sudah kita siapkan. Minimal ada lima pembalap (nambah 4 pembalap). Pilihannya siapa, nanti masih akan kita seleksi lagi, karena calonnya ada 12 racer,” tegas Heru.
Dalam kesempatan yang sama, Heru juga memberikan masukan untuk promotor balap MOMRC. “Saya kira soal teknis saya yakin sudah dikuasai. Untuk promotor kalau ini digeber lagi publikasinya, promosinya, saya kira bisa lebih bagus lagi gaungnya. Karena balapan ini yang tahu hanya lingkungan-lingkungan tertentu. Sayang banget. Karena sekarang anak-anak muda banyak sekali yang suka otomotif. Ini media bagus untuk pecinta otomotif,” pungkasnya. (Maston/Foto: Dok. Sahala Ringo)





