Targetkan Net Zero 2050, Hankook Tire Jalin Kerja Sama dengan ROTOBOOST
Perusahaan ban global terkemuka asal Korea Selatan, Hankook Tire & Technology menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan ROTOBOOST.
AUTORIDE.CO.ID – Hankook Tire menjalin Kerjasama dengan ROTOBOOST, perusahaan inovatif asal Finlandia yang berfokus pada teknologi dekomposisi termokatalitik gas metana, di Shanghai, Tiongkok. Kolaborasi ini bertujuan untuk bersama-sama mengembangkan material karbon berjejak karbon rendah untuk aplikasi ban, sejalan dengan target net-zero global dan tujuan keberlanjutan dalam ekonomi sirkular.
Hankook Tire melakukan kesepakatan ini dengan ROTOBOOST untuk bersama-sama mengembangkan teknologi yang bertujuan mengurangi emisi CO₂ pada tahap perolehan bahan baku, mendukung strategi manajemen jangka panjang perusahaan dalam mencapai target “Net-Zero 2050 (netralitas gas rumah kaca).”
Penandatanganan tersebut dihadiri oleh Hyuncheol Kim, COO Hankook Tire China, dan CEO ROTOBOOST, Kaisa Nikulainen, yang kembali menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat rantai nilai material berkelanjutan.
Sebagai salah satu material inti dalam pembuatan ban, carbon black merupakan bahan baku berbasis fosil dengan tingkat emisi karbon dioksida yang tinggi. Untuk menurunkan emisi CO₂ yang dihasilkan selama proses manufaktur ban, Hankook Tire secara aktif melakukan riset dalam pengembangan material carbon black berkelanjutan, termasuk recycled carbon black dan certified carbon black.
Secara khusus, “material karbon berbasis hidrogen turquoise” yang akan dikembangkan melalui MoU ini merupakan material karbon yang dihasilkan selama proses produksi hidrogen melalui dekomposisi gas metana dalam reaktor bersuhu tinggi. Sebagai material sirkular dengan emisi CO₂ lebih rendah, teknologi ini semakin menarik perhatian, terutama di industri otomotif dan ban yang membutuhkan solusi material beremisi lebih rendah.
Melalui kolaborasi ini, Hankook Tire akan mengejar sejumlah tujuan bersama, termasuk mengoptimalkan karakteristik material karbon berbasis hidrogen turquoise, memvalidasi performanya dalam material komposit ban, serta menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca lebih dari 50% tanpa mengurangi performa produk.
Selain itu, perusahaan berencana membangun kerangka verifikasi kuantitatif berdasarkan Life Cycle Assessment (LCA) dan Environmental Product Declaration (EPD) untuk memastikan transparansi dalam pengukuran dampak pengurangan karbon di seluruh siklus hidup, mulai dari sumber bahan baku hingga proses manufaktur.
Hankook Tire terus berkontribusi pada pengembangan ekonomi sirkular dalam industri ban dengan mempercepat inovasi bahan baku berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan institusi dan perusahaan besar di tingkat nasional maupun global.
Sebelum penandatanganan MoU ini, pada Mei lalu perusahaan telah berpartisipasi sebagai penerima manfaat dalam proyek riset nasional yang didanai pemerintah terkait “teknologi produksi hidrogen turquoise skala besar,” dan pada Januari, Hankook Tire memulai proyek pengembangan bersama dengan Solvay Silica untuk memproduksi circular silica menggunakan limbah pasir industri dan limbah tambang.
Tahun lalu, melalui konsorsium “Tire-to-Tire Circular Economy Model,” untuk pertama kalinya perusahaan berhasil menerapkan produksi massal tiga jenis carbon black bersertifikasi ISCC PLUS yang berasal dari minyak pirolisis ban bekas (end-of-life tires).
Di Korea, Hankook Tire juga mengkomersialkan chemically recycled PET tire cord pertama di industri melalui pengembangan bersama ban khusus kendaraan listrik “iON” dengan SK Chemicals dan Hyosung Advanced Materials.
Hankook Tire berencana untuk terus meningkatkan keberlanjutan di industri ban dengan mengurangi ketergantungan pada sumber daya berbasis minyak bumi, mencegah eksploitasi berlebihan sumber daya alam, serta secara konsisten menurunkan emisi karbon melalui kemitraan strategis dengan perusahaan global. (Maston/Foto: ist)



