Car RacingHighlightRacing

Pasang Surut Balap MOMRC 2022

Putaran balap MOMRC 2022 (Mercedes One Make Race Championship) yang menjadi bagian dari ajang ISSOM telah usai pada Minggu, 4 Desember 2022.

Autoride – Puluhan pembalap ikut berkompetisi dalam laga grand final balap MOMRC 2022 (Mercedes One Make Race Championship) pada Minggu, 4 Desember 2022 lalu di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Balapan yang menjadi bagian dari ISSOM ini telah menyelesaikan 7 putaran sepanjang tahun 2022.

“Dalam satu musim ini tentu kita mengalami pasang surut dan itu adalah hal yang biasa. Paling pembalap naik turunnya dua starter di setiap seri. Kadang dari 17 menjadi 19 pembalap. Tapi kita juga maklum dengan profesi mereka yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi secara overall jumlah pembalap di MOMRC itu paling stabil. Di putaran enam ada 26 pembalap dan di putaran 7 ini seharusnya ada 24 pembalap tapi dua pembalap mendadak harus absen karena “tugas negara”,” buka Iswachyudi, Promotor MOMRC.

Your Community Partner

“Target waktu juga tercapai meski banyak pembalap baru yang baru turun balap di MOMRC. Jadi ini sebagai ajang belajar. Catatan waktu mereka juga bisa terus diperbaiki. Contohnya pembalap M. Kosasih yang baru tahun ini ikut balap, waktunya sudah bisa tembus 1 menit 53 detik dari sebelumnya 2 menit 20 detik,’ sambung Yudhi, sapaan akrabnya.

Iswachyudhi (depan kiri), Promotor MOMRC

Menurut Yudhi, para pembalap MOMRC juga sudah mengetahui serta mengerti tentang pemahaman regulasi atau aturan balap yang ada. Hal itu dikatakan Yudhi terbukti dengan minimnya insiden atau kecelakaan pembalap yang terjadi sepanjang tujuh putaran MOMRC 2022 ini.

Rekreasi sambil mendulang prestasi yang menjadi tagline balap MOMRC juga terbukti nyata adanya. Persaingan para pembalap hanya terjadi saat di sirkuit saja. Selepas balapan mereka akan kembali membaur di paddock dan bercengkerama satu sama lain.

Yudhi memang selalu ingin membuat balapan berkesan pada setiap putarannya. Seperti piala untuk para juara juga dibuat berbeda di setiap serinya. Dari putaran satu ke putaran berikutnya, piala hadir dengan bentuk dan tema atau filosofi berbeda. Jadi piala tidak hanya sekadar sebagai simbol kemenangan, namun juga memiliki makna yang lebih dalam.

Sementara mengenai tim balap dan pembalap baru di musim 2023 mendatang, Yudhi menyebut sudah ada beberapa nama yang langsung menghubuginya untuk turut serta. Akan tetapi Yudhi belum bisa memastikan berapa jumlah pembalap barunya nanti.

Your Community Partner

“Tim baru kemungkinan musim depan ada. Sudah ada pembalap yang menyiapkan mobilnya juga untuk turun di tahun depan. Sudah ada beberapa temen-temen yang menyatakan akan ikut dan bertanya tentang regulasi, sementara saya belum bisa kasih regulasi tersebut karena masih akan kita persiapkan yang lebih baik lagi,” urainya.

“Putaran tujuh lebih ribet untuk menyiapkan atmosfer dan suasana yang bisa meninggalkan kesan. Karena banyak artefak yang harus disediakan. Dan yang paling fenomenal adalah hadirnya mop up Mercedes-Benz CLK GTR.”

“Saya di sini tidak ingin menampilkan varian mobil seperti yang dipakai para pembalap. Untuk itu saya pilih CLK GTR. Kita menyajikan mobil yang lebih baru dan juga dengan teknologi baru. Jadi mobil replika ini jadi ikon, karena banyak orang datang yang akhirnya kepingin foto. Kita ingin menyajikan hal unik di putaran terakhir ini,” pungkas Yudhi.

Untuk sponsor sendiri Yudhi menyebut pihaknya masih akan tetap melakukan pendekatan – pendekatan. (Maston/Foto: Dok. MOMRC)

Sharing is Caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *